Pengalaman Tak Terlupakan

Dimulai dari rencana kami berenam untuk menikmati masa liburan akhir pekan. Setelah disepakati bersama, akhirnya kami memutuskan pergi ke pantai di selatan pulau jawa “parang tritis”. kami berenam terdiri dari tiga co dan tiga ce, hubungan kami sangat akrab sebagai sahabat yang selalu menikmati susah dan senang bersama dalam menimba ilmu di kota gudeg.

Tibalah hari dimana kami akan menikmati liburan kami, maka pagi hari dimana matahari belum bersinar, berkumpulah kami berenam di tempat kontrakanku. akhirnya tepat pukul 4.30 kami berenam berangkat dengan menggunakan 3 sepeda motor, dimana kami masing-masing berboncengan co dan ce. pada saat itu aku memboncengkan sahabatku yang bernama sely.

Selama perjalanan ke pantai, aku dan sely tidak pernah diam, ada saja bahan pembicaraan kami berdua yang kadang kami selingi dengan canda. mungkin dari rombongan kami, aku dan sely yang terlihat paling asyik menikmati perjalanan. Karena terbawa asyiknya kami bercanda dan berbincang, tanpa kami sadari tubuh kami berdua sering bersentuhan. bahkan tidak jarang dari punggung belakang dapat ku rasakan adanya benda lunak yang membentur punggungku. rasa senang dan gemetar menyelimuti tubuhku, yang diiringi dinginnya pagi hari.

Sesampai kami di pantai, kami berenam benar-benar menikmati keindahan pantai selatan, sambil bermain-main ombak di tepi pantai. saat keempat temanku yang lain sedang menikmati jalan-jalan dengan menaiki kuda sewaan, aku dan sely hanya duduk ditepi pantai sambil memandang ombak-ombak yang saling bekerjar-kejaran menuju pantai. disaat kami sedang berbicara, aku sesekali memandangi wajahnya. dalam hati aku berkata “wah ternyata wajah sely cantik juga dipagi hari, tanpa make up”. Ternyata dia tahu kalau aku sesekali memandangi dirinya, dengan santainya sely berkata “bec jangan dilihat terus dong, ntar kamu jatuh cinta lho” diakhiri dengan senyuman. langsung aja aku jawab ” huu jangan ge-er ya”. padahal dalam hati aku mengagumi kecantikan serta indahnya tubuh sely.

Puas kami bermain di pantai, akhirnya tepat siang hari kami memutuskan untuk pulang kembali ke kota gudeg. perjalanan kami pulang sangat panas, karena matahari tepat di atas kepala kami. walaupun panas menyengat seluruh tubuh kami, tapi ada rasa senang dan puas menyelimuti hati kami.
akhirnya sampailah kami di tempat kontrakanku, setelah kami berbincang-bincang sebentar, teman-teman membubarkan diri untuk pulang ke tempat masing-masing. setelah teman-teman pulang, kontrakanku jadi sepi sekali, maklum kalau akhir minggu, teman-teman kontrakanku juga pada keluar bersama temannya masing-masing.

Setelah aku mandi, kucoba isi hari itu dengan menonton tv, namun acara yang disajikan tidak membuatku tertarik, tiba-tiba disaat kebosananku memuncak, bel pintu berbunyi, dalam hati aku bertanya “siap nih yang datang, apa jangan-jangan teman kontrakanku lupa bawa kunci pintu depan?”. saat kubuka pintu, aku terkejut, ternyata yang datang sely. “lho ada apa sel, apa ada yang tertinggal?” tanyaku. “iya bec, apa hpku tertinggal di sini?” jawab sely. “wah aku tidak tahu, ayo masuk, coba kita cari, siapa tahu ada di dalam” ajakku. dan ternyata benar hp sely ada tertinggal di salah satu meja di kontrakanku.

setelah menemukan hpnya, terlihat ada rasa lega dari wajah sely. “bec tadi kamu lagi ngapain saat aku datang?” tanya sely. “yah cuma nonton tv, tapi acaranya tidak ada yang bagus.” jawabku. “mau aku temeni nonton tv?” tanya sely. “wah kalau nonton tv malas, bagaimana kalau main game komputer saja?” jawabku. dan sely hanya menganguk saja. akhirnya kami berdua menuju ke kamar tidurku, karena komputerku ada di dalam kamar tidur.
“wah kamarmu berantakan sekali bec” komentar sely melihat suasana kamarku. “maklum kamar lelaki” jawabku. sewaktu aku menikmati bermain game, ternyata sely berusaha merapikan kamarku yang barantakan. setelah bersih dan rapi dia berkata “bec gimana enakkan kalau bersih”. aku yang dari tadi asyik main game terkejut melihat perubahan kamarku yang menjadi rapi dan bersih. setelah itu sely minta ijin pulang, tapi aku cegah. “bec aku mau pulang, mau mandi, badanku berkeringat semua, gara-gara membersihkan kamarmu” kata sely. tapi segera aku jawab “kamu mandi disini saja, nanti aku pinjami kaos, dan handukku”. mungkin karena memang badan sely sudah terlalu tidak nyaman karena berkeringat, sely menyetujui saranku.

setelah sely selesai mandi, kami saling bercerita dan bercanda, yang diiring alunan lagu dari komputerku. dan ternyata saat aku menyadari bahwa kami berdua dalam posisi yang sangat berdekatan dan suasana kontrakan sangat sepi, jantungku berdebar-debar bahkan irama suaraku tiba-tiba menjadi sangat berat, aku tidak tahu apa sely juga merasakan hal yang sama. terbawa suasana keakraban kami saat pergi ke pantai, dan perasaan aneh yang kurasakan itu, aku mulai mempunyai pikiran nakal terhadap sely. saat bercanda jika ada kesempatan aku selalu berusaha mengelitik pinggang sely. tapi tiap kali sely selalu menghindar, sampai pada saat ketika sely membalas perlakuanku yang berusaha menggelitiknya, dengan menggelitikku terlebih dahulu, aku berusaha pula menggelitiknya habis-habisan. sehingga tanpa kami sadari kami berdua sudah berada diatas kasur berdua, dengan posisi berhadapan dimana tanganku berada di pinggang sely dan tangan sely berada dipinggangku. lalu dengan jantung yang berdebar-debar aku beranikan diri mendekatkan wajahku ke wajah sely, hidung kami hampir bersentuhan, dan tindakanku ini direspon sely dengan memejamkan matanya, melihat mata seli terpejam, aku semakin memberanikan diri untuk mencium bibirnya, semula kami hanya bersentuhan bibir saja, tetapi merasakan sensasi yang sangat mendebarkan, aku beranikan diri untuk memasukkan lidahku ke dalam mulut sely, ternyata di dalam mulut sely, lidahku disambut hangat oleh lidah sely, sehingga cukup lama kami berdua menikmati permainan lidah kami, yang terkadang di mulutku, terkadang di mulut sely.

ternyata dari ciuman itu tubuh kami berdua seakan-akan merasa terbakar api yang membuat tubuh kami kepanasan. saat kami sedang menikmati ciuman panas kami, tanganku yang berada di pinggang sely kucoba kunaikkan untuk berusaha menyentuh payudara sely, dan benar saja saat kedua tanganku sudah memegang kedua payudara sely, sely berusaha menurunkan kedua tanganku, tetapi karena ciuman kami semakin panas dan usahaku untuk memegang payudara sely begitu besar, akhirnya aku remas-remas payudara sely, dan ternyata tubuh sely mengelinjang merasakan sensasi remasan di payudaranya. tidak puas dengan meremas dari luar payudara sely, maka akupun berusaha memasukkan tanganku ke dalam kaos yang dikenakan sely, ternyata usahaku ini membuahkan hasil, dimana aku bisa merasakan halusnya payudara sely, dan bisa merasakan kerasnya puting sely, walaupun sesaat. akhirnya disaat ciuman kami benar-benar panas, dimana bibir kami bergantian saling mengulum, aku beranikan diri untuk membuka pengait bhnya, akhirnya dengan perjuangan, aku berhasil membuka pengait bhnya. sehingga dengan leluasa aku dapat meremas dan meraba payudara sely, puas meremas meraba dan memainkan puting sely, akupun tanpa ragu-ragu melepaskan ciuman kami dan langsung menciumi leher sely yang jenjang dan putih bersih, dimana ternyata sely sangat menikmati sensasi yang dirasakannya. puas menciumi leher sely dan meremas-remas payudara sely, aku buka kaos dan bh yang dikenakan sely, wow ternyata payudara yang dari tadi aku remas, bentuknya sangat indah, karena payudara sely sangat kencang walaupun ukurannya tidak terlalu besar, tetapi sangat menggairahkan. apalagi putingnya sudah berdiri tegang, karena rangsangan yang dari tadi kuberikan.

tanpa tunggu lama langsung kuciumi kedua payudara sely, sambil sesekali kuhisap kedua putingnya. merasakan itu tubuh sely mengelinjang keenakan, sesekali rintihan kenikmatan dapat kudengar dari mulutnya. maka ku beranikan diri untuk menidurkan tubuh sely diatas kasurku, dari posisi tertidur ini , aku dengan leluasa dapat menciumi kedua payudara sely, karena sekarang posisiku sudah berada di atas tubuhnya. pada saat itu sambil menciumi kedua payudara sely, tanganku meraba-raba paha sely, sambil sesekali aku raba paha bagian dalam, karena sensasi ciuman di payudaranya, sely tak keberatan ketika aku meraba paha dalamnya, sesekali berusaha meraba vaginanya dari luar. karena penasaran dengan reaksi sely kalau celana jeans yang dikenakannya aku copot, maka ku beranikan diri membuka kancing celananya, tetapi saat aku membuka reslsting celananya, sely berusaha menutupnya kembali, maka akupun berusaha mengangkat tangan sely ke atas kepalanya, akhirnya aku coba sekali lagi membuka resleting celananya, dan ternyata usahaku yang kedua berhasil, melihat cd sely yang berwarna putih aku semakin bersemangat untuk melepaskan celana jeansnya. dan ternyata diluar dugaan sewaktu aku berusaha menurunkan celana jeansnya, sely mengangkat sedikit pantatnya. melihat hal ini aku semakin bersemangat dan bernafsu untuk membukanya, maka dengan segera aku lepaskan celana jeansnya, ternyata wow luar biasa, tidak kusangka tubuh sely yang hanya mengenakan cd putih dengan pinggir yang ada rendanya yang indah dan membikin nafsuku memuncak, maka tanpa pikir panjang, segera kulepaskan baju dan celana pendekku, sehingga aku juga hanya menggunakan cd.

dari balik cd putih sely, terlihat warna hitam dari rambut kemaluannya, maka tanpa tunggu lama lagi, segera kubuka cd sely dan kuciumi paha dalam sely, sambil tanganku memainkan klitoris sely yang sudah tampak mengeras, karena rangsangan-rangsangan yang dirasakannya, akhirnya kuciumi dan kuhisap klitoris sely, dimana tubuh sely tidak henti-hentinya mengelinjang keenakan, sampai akhirnya aku dapat merasakan adanya cairan yang keluar dari vagina sely, yang diikuti dengan tubuh yang mengejang hebat. ternyata saat itu sely merasakan orgasme. sesaat kami hentikan perbuatan kami sambil tiduran kami berdua berpelukan, sambil menceritakan apa yang baru saja sely rasakan. maka akupun bilang kepada sely, kalau akupun ingin merasakan apa yang sely rasakan. maka aku menuntun tangan sely untuk memegang mr.P ku, sely tampak malu-malu, tapi lama-lama dia sendiri berinisiatif memasukkan tangannya ke dalam cdku, dan sely dengan lembutnya membelai-belai mr.P ku, tidak tahan merasakan nikmatnya sentuhan sely, aku segera buka cdku. seperti dapat membaca pikiranku, sely langsung mengarahkan wajahnya tepat di depan, mr.P ku, dan dengan perlahan dan pasti dapat kurasakan bibir sely menyentuh kulit mr.P ku, dan sesekali kurasakan hangatnya lidah sely menyapu lembut mr.P ku, puas membakar birahiku, sely mengulum kepala mr.P ku, bahkan sesekali sely berusaha memasukkan semua mr.P ku ke dalam mulutnya, wow sensasinya sangat luaar biasa, badanku jadi panas dingin dibuatnya, asyik merasakan gerakan maju mundur mulut sely saat mengulum mr.P ku tiba-tiba ada rasa yang tidak dapat kutahan untuk melepaskan spermaku ke dalam mulut sely, akhirnya mulut sely dipenuhi dengan cairan sperma dari mr.P ku, segera sely mengambil tisu untuk menumpahkan cairan sperma yang ada di mulutnya.

setelah itu kembali kami berdua berpelukan sambil tiduran, selang beberapa menit, aku dapat merasakan mr.P ku dapat berdiri lagi, maka kumulai lagi merangsang sely dengan ciuman dari atas sampai bawah, dan akhirnya dengan posisi tubuhku di atas tubuh sely, dan mr.P ku tepat di depan vagina sely, aku beranikan diri menggesek-gesekkan mr.P ku ke vagina sely, dan puas aku gesek-gesekkan mr.P ku, aku hendak masukkan mr.P ku dilubang vagina sely yang sudah di bawahnya, kepala mr.P ku sudah menyentuh lubang vagina sely, dan saat aku akan mendorong masuk mr.P ku ke lubang vagina sely, tiba-tiba pintu kamarku diketuk dari luar sambil terdengan namaku dipanggil-panggil, yang ternyata teman kontrakanku yang sudah datang dari perginya. seketika kami ketakutan dan dengan secepat kilat kami berpakaian, dan merapikan diri kami masing-masing.
setelah merasa rapi aku buka pintu kamar, ternyata temanku sudah tidak didepan pintu, dan sudah masuk kekamarnya.

setelah itu kami berdua saling memandang dari jauh, bahkan akhirnya kami berdua tertawa bersama atas apa yang baru saja kami lakukan.

beberapa menit kemudian sely minta ijin pulang, karena ternyata tanpa kami sadari, waktu sudah menunjukkan jam 9.00 malam. dimana kostnya ada jam malam sampai jam 9.30 malam.

karena kami berdua sepakat bahwa kami tidak akan lagi mengulangi perbuatan kami, maka itu hanya terjadi satu kali saja antara aku dan sely. kami lebih memilih menjalani persahabatan yang tanpa seks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *